KAJIAN FILSAFAT KETUHANAN UPAKARA KAWAS DI DESA ADAT SILANGJANA KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
Keywords:
kawas, Upakara, CaruAbstract
The kawas tradition constitutes an integral component within the series of religious ceremonies routinely performed by the community of Silangjana Village, serving both as an expression of gratitude and as a realization of the philosophical framework of Tri Hita Karana. kawas functions as a sacred manifestation (hierophany), with the narrative of its miraculous incorruptibility forming the origin of the village’s name and reinforcing the community’s religious faith. This phenomenon strengthens devotion (Śraddhā Bhakti), positioning kawas as a sacred blessing that mediates the individual’s spirituality with the divine. Moreover, kawas consolidates social solidarity and the spirit of communal service (ngayah) through values of equality and togetherness, in accordance with the principles of Tri Hita Karana. It also operates as a vital medium for preserving ancestral cultural heritage, transmitted across generations to sustain the collective identity of the community. Ethically, kawas embodies the principle of Tri Kaya Parisudha—purity of thought, speech, and action—while aesthetically reflecting the ideal of Satyam Śivam Sundaram, whereby symbolic beauty serves the purposes of purification and the maintenance of cosmic balance
Downloads
References
Abdussamad, HZ, & Sik, MS (2021). Metode penelitian kualitatif . CV. Syakir Media Pers.
Adibah, I. Z. (2017). Struktural fungsional Robert K. Merton: Aplikasinya dalam kehidupan keluarga. INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam), 1(2), 171-184.
Alijoyo, Antonius B. W. (2021). Structured or Semi-structured interviews Wawancara Terstruktur atau Semi-terstruktur.
Aryani, Ni Luh. (2020). Tata Susila Dalam Ajaran Agama Hindu. Mataram: Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram
Azwar, saifuddin. 2004. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Bakhtiar, Amsal. (2012). Filsafat Agama, Wisata Pemikiran dan Kepercayaan Manusia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Chariri, A. (2009). Landasan filsafat dan metode penelitian kualitatif. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro
Darma, I. D. P., & Putu, D. (2012). Upacara Agama Hindu Di Bali Dalam Perspektif Pendidikan Konservasi Tumbuhan.(Suatu Kajian Pustaka). Buletin Udayana Mengabdi, 7(1).
Darmadi, Gede. 2016. "Implementasi Geguritan Sucita Pada Masyarakat Desa Pakraman Silangjana". Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Agama Hindu Singaraja
Darmadi, Hamid. 2011. metode penelitian pendidikan. Bandung: alfabeta
Dewi, Ning Ratna Sinta. (2022). Konsep Simbol Kebudayaan: Sejarah Manusia Beragama dan Berbudaya. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama (ARJ),2(1), 1-10.
Dpma.baliprov.go.id. "Desa Adat Silangjana" https://dpma.baliprov.go.id/wp-content/uploads/2022/03/48-profil-desa-adat-silangjana.pdf diakses pada 25 januari 2024 pukul 19.19 wita
Handayani,Putri. Skm, Mkkk (2020)."Modul 6:Teknik Penelitian 1" https://lms-paralel.esaunggul.ac.id/pluginfile.php?file=%2F79234%2Fmod_resource%2Fcontent%2F2%2F6_6981_KMS362_102018.pdf diakses 25 Maret 2024 pukul 9.07 wita. Universitas Esa Unggul: Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Hardi, Etmi. (2003). Sejarah Teori Antropologi. (Buku Ajar). Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang
Heriyanti, K. (2021). Optimalisasi Keharmonisan Masyarakat Plural Melalui Ajaran Teologi Kerukunan. Sphatika: Jurnal Teologi, 12(2), 168-177.
Ichsan, A. S. (2018). Memahami Struktur Sosial Keluarga Di Yogyakarta (Sebuah Analisa dalam Pendekatan Sosiologi: Struktural Fungsional). Jurnal Al Adyaan; Jurnal Sosial dan Agama, 5(02), 153-166.
Krishnanandayani, J. D., & Maheswari, P. D. (2024). Menatap Tuhan Dalam Harmoni Satyam, Sivam, Sundaram: Telaah Filosofis Atas Metafora Kosmik. Sanjiwani: Jurnal Filsafat, 15(2), 240-251.
Kusumastuti, A., & Khoiron, A. M. (2019). Metode penelitian kualitatif. Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP).
Margaretha, E. L., & Sulistyawati, A. (2022, June). Lawar Kuliner Bairawa Menuju Kuliner Pariwisata Khas Bali. In Journey: Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management (Vol. 5, No. 1, pp. 51-62).
Miles, B. Mathew dan Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru. Jakarta: UIP.
Nasution, AF (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Harfa Creative
Nazir, M. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Nova, K. A. (2020). Upacara Pecaruan Dalam Eksistensi Agama Hindu (Bentuk, Fungsi, Makna). Haridracarya: Jurnal Pendidikan Agama Hindu, 1(1), 63-67.
Pals, Daniel L. (2018). Seven theories of Religion Tujuh Teori Agama Paling Berpengaruh. Yogyakarta: IRCiSoD
Panitia Lomba Desa adat Monasphatika. 1992. “Pranata Desa Adat Monasphatika”.
Pertiwi, N., Darmana, I. K., & Kaler, I. K. (2020). Tradisi Ma kawas Pada Kehidupan Sosiokultural Masyarakat Bali Mula.
Prasetyo, B., Bintarti, D. D., Yani Yuniawati, D., Kosasih, E. A., Jatmiko, J., Handini, R., & Saptomo, E. W. (2004). Religi pada masyarakat prasejarah di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Pratami, Putu Nia. 2024. "Kajian Filosofis Ngelawar Intaran di Desa Suwug Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng". (Skripsi). Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja
Puspa, I. A. T., Dewi, N. P. S., & Saitya, I. B. S. (2019). Komunikasi Simbolik dalam Penggunaan Upakara Yajña pada Ritual Hindu. Widya Duta: Jurnal Ilmiah Ilmu Agama dan Ilmu Sosial Budaya, 14(1), 20-28.
Putri, I. S. A. (2022). Agama dalam Perspektif Emile Durkheim. Dekonstruksi, 7(01).
Saebani.B. A, 2015 Filsafat Ilmu dan Metode Penelitian, Bandung : Pusaka Setia
Sahir, Syafrida Hafni. ( 2022) “ Metodologi Penelitian”. KBM Indonesia
Santika, N. W. R. (2017). Pemahaman Konsep Teologi Hindu (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu, 8(1), 87-97.
Sariyani, N. N. (2020). Tradisi Ngawas Dalam Upacara Piodalan Ageng Di Pura Desa, Desa Pakraman Ambengan. Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu, 3(1), 15-27.
Suaedi, S. (2016). Pengantar Filsafat Ilmu. Bogor: PT Penerbit IPB Press.
Subawa, I. M. P. (2022). Mengurai Kembali Peta Perkembangan Agama Hindu di Bali dan Nusantara. Sphatika: Jurnal Teologi, 13(2), 150-161.
Sudiana, I. (2018). Caru dalam upacara di Bali. Denpasar: IHDN Press
Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.
Tirta, I. D. Made. (2019). Konstruk Estetika Hindu dalam Realitas Seni di Bali. Jurnal Pangkaja, 22(1), 89-100.
Weismann, I. T. J. (2005). Simbolisme Menurut Mircea Eliade. Jurnal Jaffray, 2(1), 54-60.
Wiana, I. K., & Ketut, I. (2001). Makna Upacara Yajna Dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita..
Widana, I. G. K. (2020). Etika Sembahyang Umat Hindu.
Wirawan, D. I. (2012). Teori-teori Sosial dalam Tiga Paradigma: fakta sosial, definisi sosial, dan perilaku sosial. Jakarta: Kencana.
Wulandari, I. A. G., & Selasih, N. N. (2023). Pemahaman Nilai Filosofi Banten Suci pada Masyarakat Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Satya Widya: Jurnal Studi Agama, 6(2), 169-18