SAKRALISASI LAYANGAN JANGGAN DUWE LANANG ISTRI DI KECAMATAN DENPASAR SELATAN KOTA DENPASAR
Keywords:
Sakralisasi, Layangan janggan, Duwe, Lanang istriAbstract
Layangan janggan merupakan salah satu layang-layang tradisional di Bali yang berbentuk menyerupai Naga dalam mitologi Bali. Layangan janggan tidak jarang menjadi duwe. Layangan janggan yang menjadi duwe diantaranya, layangan janggan Ida Pemayun Cakra Pralina Jagat dan Ratu Ayu Garuda Mas yang telah diakui statusnya sebagai lanang istri yang terletak di Kecamatan Denpasar Selatan. Sakralisasi layangan janggan duwe memiliki landasan, bentuk, dan implikasi. Landasan sakralisasi layangan janggan duwe lanang istri nampak pada landasan mitologi Rare Angon yang telah diakui oleh masyarakat Bali sebagai dewa layang-layang dan mitologi Naga Basuki yang menjadi inspirasi dari terbuatnya layangan janggan, landasan sosiologis yang nampak pada kerjasama anggota sekaa layang-layang untuk membuat layangan janggan, dan landasan historis yang merupakan sejarah dari kedua layangan janggan duwe lanang istri. Bentuk sakralisasi layangan janggan duwe lanang istri yakni, bentuk upacara sakralisasi layangan janggan duwe yang merupakan proses yang dilakukan untuk mensakralkan layangan janggan duwe lanang istri. Implikasi sakralisasi layangan janggan duwe lanang istri meliputi implikasi spiritual yang berpengaruh terhadap psikologis masyarakat, implikasi sosial yang berpengaruh terhadap antusias masyarakat untuk hadir dalam proses sakralisasi layangan janggan duwe lanang istri, dan implikasi etika yang berpengaruh terhadap munculnya pantangan-pantangan yang harus ditaati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama proses sakralisasi layangan janggan duwe lanang istri berlangsung.
Downloads
References
Astiti, N. K. A. (2017). Kerajinan Tradisional Bali Sebagai Elemen Budaya Dan Daya Tarik Wisata Balinese Traditional Crafts As Cultural Elements And Tourist Attractions.
Barthes, R. 2018. Mitologi. Bantul:Kreasi Wacana
Gunada, I. W. A. (2020). Ajaran Agama Hindu Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Tradisional Bali. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(1), 158-165.
I Wayan Dana, P. (2014). Sakralisasi dalam Budaya Nusantara.
Parmajaya, I. P. G, dkk (2017). Seni Seni Sakral Di Bali. Singaraja: P3M STAHN Mpu Kuturan Singaraja.
Parmajaya, I. P. G. (2020). Seni sakral dan sekuler suatu problema dalam kehidupan sosial religius: perspektif yadnya umat hindu di Bali. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 3(1), 59-76.
Saputra, I. G. H. (2023). Visualisasi Pawongan Dalam Tradisi Melayangan. Pramana: Jurnal Hasil Penelitian, 3(2), 140-151.
Sutana, I. G. (2022). Estetika Tradisi Melayangan Masyarakat Agraris di Bali. Widya Katambung, 13(1), 44-52.
Tim Penyusun. 2018. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Udytama, I. W. W. W. (2016). Perlindungan Hukum terhadap Eksistensi Layang-layang Tradisional Bali sebagai Penguatan Pariwisata Budaya. Jurnal Advokasi, 6(1).
https://jdih.baliprov.go.id/produk-hukum/peraturan/abstrak/5830
https://jdih.baliprov.go.id/produk-hukum/peraturan-perundang-undangan/pergub/20542