TUBUH, GENDER, DAN IDENTITAS (Pembacaan Kritis atas Dualisme Puruṣa-Prakṛti Īśvarakṛṣṇa dalam Diskursus Kontemporer)

Authors

  • I Komang Suastika Arimbawa Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Author
  • Rikardus Kristian Sarang Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke Author
  • Oktani Haloho Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya Author

Keywords:

Sāṃkhya; puruṣa; prakṛti; tubuh; identitas; gender

Abstract

Artikel ini mengambil posisi kritis dalam membahas tubuh dan identitas, menggunakan perspektif Īśvarakṛṣṇa sebagai lensa utama. Di satu sisi, reduksionisme biologis memaksa kita melihat tubuh sebagai dasar identitas. Segala sesuatu, dari subjektivitas hingga pengalaman, direduksi ke gen dan proses neurobiologis. Di sisi lain, teori performativitas gender dari Judith Butler justru memandang identitas sebagai hasil konstruksi diskursif, sesuatu yang terus-menerus diciptakan melalui praktik sosial yang berulang. Dua pendekatan ini, walaupun bertolak belakang secara metode, namun sama-sama berkutat dalam ranah material, baik itu biologis atau sosial. Tetapi, keduanya belum benar-benar menyentuh inti persoalan, yaitu apa sebenarnya subjek yang mengalami tubuh itu sendiri?

Melalui kerangka 25 tattva dalam sāṃkhya klasik, artikel ini menegaskan bahwa tubuh, pikiran, ego, dan bahkan gender, seluruhnya termasuk dalam ranah prakṛti, yaitu realitas material yang dinamis dan terus berubah. Berbeda dengan itu, puruṣa dipahami sebagai kesadaran murni, sesuatu yang tetap, tidak terpengaruh atribut biologis atau sosial. Dari sini, muncul tawaran ontologi non-reduktif, bahwa tubuh diakui sebagai realitas fenomenal yang punya bobot ontologis, identitas dipandang sebagai konstruksi dinamis di ranah material-psikologis, sementara martabat dan subjek berakar pada kesadaran sebagai prinsip ontologis.

Kebaruan artikel ini lahir dari upaya untuk mengintegrasikan pemikiran Īśvarakṛṣṇa dalam sāṃkhya klasik dengan teori sosial kontemporer. Dengan cara ini, artikel menawarkan pondasi metafisik yang lebih solid untuk diskusi tubuh, gender, dan martabat manusia. Ini bisa menjadi salah satu jalan keluar dari jebakan reduksionisme biologis dan konstruktivisme radikal.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-05-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

TUBUH, GENDER, DAN IDENTITAS (Pembacaan Kritis atas Dualisme Puruṣa-Prakṛti Īśvarakṛṣṇa dalam Diskursus Kontemporer). (2026). Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Filsafat Hindu, 10(1), 101-108. https://journal.mpukuturan.ac.id/index.php/genta/article/view/1750