Nyoman Widyani JURNAL PARIKSA - HUKUM AGAMA HINDU

HUTANG- PIUTANG DALAM PERSPEKTIF HUKUM HINDU

Authors

  • Nyoman Widyani STAH N MPU KUTURAN SINGARAJA Author

Abstract

Hutang piutang terjadi karena adanya transaksi atau peristiwa pinjam meminjam 
ataupun sewa menyewa dari pihak pertama selaku pemberi pinjaman dengan pihak kedua 
selaku penerima pinjaman dengan syarat dan perjanjian yang telah disepakati kedua belah 
pihak. Hasil dari hutang piutang akibat penggunaan barang akan menimbulkan kewajiban 
berupa sewa. 
Dalam hukum Hindu  hutang piutang dibenarkan asalkan didasari dengan dharma. 
Agama Hindu dijadikan pondasi dalam melaksanakan prinsip-prinsip hutang piutang antara 
lain; Tri Kaya Parisudha, Tri Hita Karana, Catur Purusa Artha, Tat Twan Asi dan Catur 
Paramita. Sumber hukum hutang piutang dalam kajian hukum Hindu tertuang dalam kitab 
Manawadharma Sastra, Artha Sastra, Atharwa Veda dan Sarasamuscaya. 

Published

2022-09-01

How to Cite

Nyoman Widyani JURNAL PARIKSA - HUKUM AGAMA HINDU: HUTANG- PIUTANG DALAM PERSPEKTIF HUKUM HINDU. (2022). Pariksa: Jurnal Hukum Agama Hindu, 6(2), 1-10. https://journal.mpukuturan.ac.id/index.php/pariksa/article/view/1062