Implementasi Brata Siwaratri Dalam Konteks Dimensi Komunikasi Antarpribadi Di Pura Agung Taman Sari Halim Perdana Kusuma – Jakarta Timur
Keywords:
siwaratri, komunikasi antarpribadi, pengabdian masyarakatAbstract
Siwaratri merupakan salah satu hari raya Hindu yang jatuh pada hari panglong ping empat belas. Saat hari raya Siwaratri, umat Hindu melakukan pemujaan kepada Dewa Siwa sebagai pemralina/pelebur. Kemudian, umat Hindu melaksanakan kewajiban Brata Siwaratri dengan monabrata, upawasa, dan jagra yang bertujuan untuk mengendalikan hawa nafsu dan introspeksi diri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui makna implementasi Brata Siwaratri dan esensi perayaan Siwaratri dalam konteks komunikasi antarpribadi. Pelaksanaanya dalam pengabdian masyarakat ini bersifat deskriptif kualitatif, serta langkah dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode partisipatif, interaktif dan kontekstual dari seluruh peserta yang hadir pada saat pelaksanaan Siwaratri dengan melakukan wawancara dan penyebaran kuesioner. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa Brata Siwaratri tidak hanya bermanfaat untuk pengendalian diri tetapi juga membangun harmoni dengan sesama manusia dan lingkungan. Membangun kehidupan bermasyarakat dilakukan melalui komunikasi yang baik agar terjalin keselarasan. Kemudian, cerita Lubdaka yang dituturkan dalam komunikasi verbal merupakan pengingat bahwa manusia diberikan kesempatan untuk membenahi diri menjadi pribadi yang lebih baik.