KAJIAN ESTETIKA HINDU PEMENTASAN TARI BARIS SINGA MANDAWA DI DESA ADAT KUBUTAMBAHAN KECAMATAN KUBUTAMBAHAN KABUPATEN BULELENG BALI

Authors

  • Putu Senia Pujariani Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Author
  • I Wayan Gata Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Author
  • Ida Bagus Putu Eka Suadnyana Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Author

Keywords:

Baris Singa Mandawa dance, Kubutambahan Village, history, function, meaning, sociological-religious.

Abstract

The Baris Singa Mandawa dance is a sacred performance that has developed in Kubutambahan Village, Kubutambahan District, Buleleng Regency. This dance has a long history, believed to have originated during the Chiwa Budhi era in the 9th century (886 BC). Over time, the dance disappeared and was no longer performed in ritual ceremonies. Its revival took place after the Covid-19 pandemic as a form of spiritual reflection, a prayer for safety, a means to strengthen social cohesion, and a way to preserve the cultural identity of the village. The purpose of this research is to describe the history, functions, meanings, as well as the sociological and religious foundations of the Baris Singa Mandawa dance for the people of Kubutambahan Village. This study applied a qualitative approach with data collection techniques including observation, in-depth interviews with customary leaders and local artists, and documentation study. The data were analyzed through reduction, presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that: (1) historically, the Baris Singa Mandawa dance was created during the Chiwa Budhi period, disappeared for centuries, and was revived after the Covid-19 pandemic; (2) functionally, the dance serves as a medium of yadnya (sacred offering), a social space that strengthens community solidarity, and a cultural identity marker of Kubutambahan Village; (3) symbolically, it represents strength, courage, and protection (lion), as well as devotion to Ida Sang Hyang Widhi Wasa; (4) sociologically and religiously, it facilitates collective participation through the spirit of ngayah (voluntary service), reinforcing harmony between humans, nature, and God. In conclusion, the Baris Singa Mandawa dance is not merely a form of art, but also a reflection of the spiritual and social journey of the Kubutambahan community in maintaining the balance of adat (custom), religion, and culture.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abubakar, H. R. I. (2021). Pengantar Metodologi Penelitian. Suka-Press Uin Sunan Kalijaga.

Alijoyo, Antonius B. W. (2021). Structured Or Semi-Structured Interviews Wawancara Terstruktur Atau Semi-Terstruktur.

Anggy, T. (2021). Penggunaan Media Big Book Untuk Menumbuhkan Minat Baca Siswa Di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4.

Anggy, T. (2021). Penggunaan Media Big Book Untuk Menumbuhkan Minat Baca Siswa Di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4.

Ardika, I. W. (2013). Bali Menuju Jagadhita: Aneka Perspektif. Denpasar: Udayana University Press.

Armayani, R. (2021). Traditional Balinese Dance Creativity as Media of Worshipping God in Hindu Religious Practices. Widya Sandhi, 12(1), 38-48.

Barniat, Z. (2018). Otonomi Desa: Konsep teoritis dan legal. Jurnal analisis sosial politik, 2(2), 25-40.

Bandem, I. M., & deBoer, F. E. (1995). Kaja and Kelod: Balinese Dance in Transition. Kuala Lumpur: Oxford University Press.

Budiarsa, I. W. (2020). Penciptaan Karya Seni Tari Baris Gede Gentorag. Kalangwan: Jurnal Seni Pertunjukan, 6(2), 84-94.

Dewi, Ning Ratna Sinta. (2022). Konsep Simbol Kebudayaan: Sejarah Manusia Beragama Dan Berbudaya. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama (Arj),2(1), 1-10.

Didu, S., & Fauzi, F. (2016). Pengaruh jumlah penduduk, pendidikan dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan di Kabupaten Lebak. Jurnal Ekonomi-Qu, 6(1).

Dilahur, D. (2016). Geografi Desa dan Pengertian Desa. In Forum Geografi (Vol. 8, No. 2, pp. 119-128). S., & Fauzi, F. (2016). Pengaruh jumlah penduduk, pendidikan dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan di Kabupaten Lebak. Jurnal Ekonomi-Qu, 6(1).

Erawati, N. M. P. (2024). Filsafat Tari Dalam Kebudayaan Bali. Widyadari, 25(1), 173-182

Erwan, D. (2023). Konsep Informasi Konsep Fakta Dan Informasi. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 7.

Indrawan, A. A. G. A. I., Sariada, I. K., & Arshiniwati, N. M. (2021). Bentuk Tari Renteng di Dusun Saren I, Nusa Penida, Klungkung. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(1), 46-54.

Kemong, B. (2014). Sistem Mata Pencaharian Hidup Nelayan Tradisional Sukubangsa Kamoro di Desa Tipuka Kecamatan Mapurujaya Kabupaten Mimika Propinsi Papua. Holistik, Journal of Social and Culture.

Kurniawan, Agung & Hidayatullah, Riyan. (2016).Estetika Seni. Yogyakarta: Arttex

Lili, M. (2021). Hakekat Teori Dalam Riset Sosial. Journal Of Economic Education And Entrepreneurship, 2.

Lodra, I. N. (2017). Tari Sanghyang: Media Komunikasi Spiritual Manusia dengan Roh. Harmoni, 16(2), 241-253.

Magdalena, A. (2021). Implementasi Model Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kelas Iii Sdn Sindangsari Iii. E-Journal Stitpn, 2.

Magdalena, E., Natalia, D., Pranata, A., & Wijaya, N. J. (2022). Filsafat dan Estetika Menurut Arthur Schopenhauer. Clef: Jurnal Musik Dan Pendidikan Musik, 3(2), 61-77.

Nanda, A. G. (2021). Pengertian Penelitian Kualitatif: Tujuan,Karakteristik, Dan Tahapannya. Retrieved From Gramedia.Com.

Nasir, A., Nurjana, N., Shah, K., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Pendekatan Fenomenologi Dalam Penelitian Kualitatif. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(5), 4445-4451.Kusumastuti, Dkk. 2019

Nasution, Af (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Cv. Harfa Creative

Parmajaya, I. P. G. (2020). Seni Sakral Dan Sekuler Suatu Problema Dalam Kehidupan Sosial Religius: Perspektif Yadnya Umat Hindu Di Bali. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 3(1), 59-76.

Parmajaya. (2018). Implementasi Konsep Tri Hita Karana Dalam Perspektif Kehidupan Global: Berfikir Global Berperilaku Lokal. Purwadita, 29.

Pertiwi, N. N. M. A. (2014). Perkembangan Sekaa Janger Kolok di Desa Bengkala, Kubutambahan, Buleleng Periode 1998-2011. Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah, 2(1).

Prawita, N. K. R. D., Suarioka, I. K., Kiswara, K. A. T., & Pancane, I. W. D. (2023). Ganesha: Kajian Estetika Hindu. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama Dan Kebudayaan, 23(2), 37-43.Ristianah, 2020

Qotrun, A. (2021). Penelitian Kualitatif:Pengertian,Ciri-Ciri,Tujuan,Jenis,Dan Prosedurnya. Retrieved From Gramedia Blog.

Rahman, Lutfi, A., Bramantyo, T., Agus, Y., Tjipto R, S., Dana, I. W., Alfirafindra, R., ... & Marah, R. (2023). Estetika, Seni, Dan Media: Bunga Rampai Purnatugas Alexandri Luthfi R

Rambe, U. K. (2020). Konsep Dan Sistem Nilai Dalam Persfektif Agama-Agama Besar Di Dunia. Al-Hikmah: Jurnal Theosofi Dan Peradaban Islam, 2(1).

Ristianah, N. (2020). Internalisasi Nilai-Nilai Keislaman Perspektif Sosial Kemasyarakatan. Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 1-13.

Septiana, S. (2018). Sistem sosial-budaya pantai: mata pencaharian nelayan dan pengolah ikan di Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 13(1), 83-92

Suarningsih, N. M., Santika, I. G. N., Roni, A. R. B., & Kristiana, R. J. (2024). Pendidikan Karakter Di Indonesia Dalam Berbagai Perspektif (Definisi, Tujuan, Landasan dan Prakteknya). Jocer: Journal of Civic Education Research, 2(2), 61-73.

Sudiana, I. G. N. (2010). De-sacredizing of the Barong Dance: Social Life in the Community Culture Bali. Mudra Jurnal Seni Budaya, 25(3), 302–313.

Tirta, I. M. D. (2019). Konstruk Estetika Hindu Dalam Realitas Seni Di Bali. Pangkaja: Jurnal Agama Hindu, 22(1), 90-102.

Tjahyadi, Indra, Dkk. (2024). Buku Ajar Metodologi Penelitian (Teori Dan Praktik).

Weismann, I. T. J. (2011). Simbolisme Menurut Mircea Eliade. Jurnal Jaffray, 2(1), 54-60.

Widiarya, G. (2013). Pura Negara Gambur Anglayang di Desa Pakraman eKubutambahan, Buleleng, Bali (Sejarah, Struktur, dan Potensinya Sebagai Media Pendidikan Multikultural bagi Masyarakat Sekitarnya). Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah, 1(1).

Widiastuti, D., Indrawan, I. K., & Utamia, D. G. S. A. M. (2023). Baris Goak Tarian Sakral Desa Selulung Kintamani, Bali. Human Art'sthetic Journal, 1(2), 89-97.

Wiranata, A. G., & Sarma, N. (2023). Seni Dalam Upacara Dewa Yadnya Umat Hindu Di Kota Palangka Raya. Widya Katambung, 14(2), 117-131.

Wisnawa, D. K. (2018). Religiusitas Pementasan Tari Baris Kupu-kupu pada Upacara Pujawali di Pura Dalem Dasar Banjar Sema Desa Pakraman Bungkulan Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng. Widya Duta: Jurnal Ilmiah Ilmu Agama dan Ilmu Sosial Budaya, 13(1), 84-96.

YANTI, D. M. (2024). PENGARUH GREEN MARKETING DAN BRAND AWARENESS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA PRODUK AIR MINERAL AQUA DENGAN BRAND TRUST SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Pada Mahasiswa Manajemen Angkatan 2020 FEB Universitas Muhammadiyah Metro) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Metro).

Yoga, K. A. S. P. (2023). Awig-awig sebagai hukum adat di wilayah Desa adat Provinsi Bali. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(1), 293-296.

Downloads

Published

2025-11-15

Issue

Section

Articles

How to Cite

KAJIAN ESTETIKA HINDU PEMENTASAN TARI BARIS SINGA MANDAWA DI DESA ADAT KUBUTAMBAHAN KECAMATAN KUBUTAMBAHAN KABUPATEN BULELENG BALI . (2025). Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Filsafat Hindu, 9(2), 119-133. https://journal.mpukuturan.ac.id/index.php/genta/article/view/1387

Similar Articles

1-10 of 25

You may also start an advanced similarity search for this article.