Bahudhā Vadanti dalam Tradisi Hindu Bali: Rekonstruksi Konsep Penamaan Manifestasi Tuhan dalam Perspektif Weda

Authors

  • Ni Luh Putu Yuliani Dewi IAHN Mpu Kuturan Author

Abstract

Tradisi Hindu Bali memiliki karakteristik unik berupa kekayaan penamaan manifestasi Tuhan (Ida Bhatara/Bhatari, Ratu Ayu, Sang Hyang, Ida Sesuhu dan yang lainnya) serta simbol sakral (Barong, Rangda, Pratima,) yang secara tekstual tidak ditemukan dalam daftar Devatā Weda. Perbedaan ini memicu pertanyaan ontologis mengenai hubungan teologi universal Weda dengan teologi lokal Bali. Artikel ini bertujuan merekonstruksi konsep penamaan manifestasi Tuhan tersebut dengan menjadikan prinsip Ekam Sat Viprā Bahudhā Vadanti (gveda I.164.46) sebagai landasan hermeneutis. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan filsafat ketuhanan, hermeneutika Weda, dan teologi komparatif. Sumber data mencakup kitab suci (gveda, Upaniṣad, Bhagavadgītā), serta literatur ilmiah terkait teologi Hindu Bali. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberagaman nama Tuhan di Bali bukanlah penyimpangan dogmatis, melainkan proses vernakularisasi melalui adaptasi bahasa, ruang sakral, fungsi kosmis-religius, mitologi, dan memori kolektif masyarakat lokal. Penamaan lokal berfungsi sebagai jembatan epistemologis yang merepresentasikan cara umat mengalami dan memaknai kehadiran Brahman yang abstrak menjadi konkret dalam kehidupan empiris mereka. Sebagai kontribusi teoretis, artikel ini menawarkan Model Vernakularisasi Penamaan Manifestasi Tuhan yang memetakan tujuh tahapan transformasi dari tingkat transenden menuju pelembagaan ritual secara sistematis. Model ini memperluas cakrawala Filsafat Ketuhanan Hindu Nusantara dengan menempatkan unsur bahasa dan budaya tanpa menegasikan prinsip keesaan Brahman.

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Bahudhā Vadanti dalam Tradisi Hindu Bali: Rekonstruksi Konsep Penamaan Manifestasi Tuhan dalam Perspektif Weda. (2026). Pramana: Jurnal Hasil Penelitian, 6(1), 67-74. https://journal.mpukuturan.ac.id/index.php/pramana/article/view/1872