Ritual Tantulak Ambun Rutas Matei sebagai Media Pendidikan Karakter dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu
DOI:
https://doi.org/10.55115/purwadita.v9i2.1412Keywords:
Tantulak Ambun Rutas Matei, character education, Hindu religious educationAbstract
Tantulak Ambun Rutas Matei Ritual is a sacred tradition within Hindu Kaharingan that continues to be practiced by the Dayak community in Kalimantan. This ritual functions not only as a religious medium for maintaining cosmic harmony between humans, nature, and ancestral spirits, but also as a source of pedagogical values relevant to character education. This study aims to examine and describe the character education values embedded in the practice of the Tantulak Ambun Rutas Matei Ritual and its relevance to the development of Hindu religious education based on local wisdom. The research employs a literature review method with a descriptive-analytical approach, drawing on religious texts, previous scholarly studies, and relevant literature on Hindu Kaharingan and character education. The findings reveal that the ritual integrates core Hindu values, including Dharma as an ethical foundation, Bhakti as an expression of spiritual devotion, Karma Marga as a path of selfless action, and Tri Kaya Parisudha, which emphasizes purity of thought, speech, and action. These values are internalized through ritual symbols, ceremonial stages, and communal participation. The study highlights the potential contribution of local religious traditions to the development of contextual, inclusive, and culturally grounded Hindu religious education in Indonesia.
Downloads
References
Ardika, I. W. (2015). Kearifan lokal dan pelestarian budaya dalam komunitas Hindu. Jurnal Agama dan Kebudayaan Hindu, 7(2), 101–115.
Donder, I. K. (2015). Makna reflektif dalam upacara keagamaan Hindu. Jurnal Vidya Samhita, 9(1), 45–59.
Etika, T. (2018). Proses ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Utara. Jurnal Widya Katambung, 7(2), 34–52.
Koentjaraningrat. (1987). Sejarah teori antropologi. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan. (2009). Panaturan. Palangka Raya: Widya Darma.
Mariatie. (2019). Upacara Tantulak Ambun Rutas Matei pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah. Jurnal Belom Bahadat: Jurnal Hukum Agama Hindu, 9(1), 29–56.
Pranata, P. (2008). Studi tentang upacara kematian menurut agama Hindu Kaharingan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Laporan Penelitian. Palangka Raya.
Pranata, P. (2022). Nilai-nilai pendidikan dalam Balian Tantulak Ambun Rutas Matei di Kota Palangka Raya. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 8, 8–19.
Putra, I. M. A. (2021). Pendidikan agama Hindu berbasis budaya lokal di sekolah. Jurnal Pendidikan Dharma Acarya, 13(1), 22–34.
Rai, I. W. (2019). Nilai pendidikan dalam tradisi Hindu Bali. Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya, 6(1), 45–59.
Ritzer, G. (2004). Sosiologi ilmu pengetahuan berparadigma ganda. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Santang. (2019). Tradisi upacara Basiwah dalam masyarakat Hindu Kaharingan Desa Pendreh. Jurnal Bawi Ayah, 10(1), 54–65.
Subagia, I. K. (2020). Pendidikan karakter dalam perspektif Hindu. Jurnal Dharmasmrti, 12(1), 67–80.
Sudarsana, I. K. (2018). Makna pendidikan dalam upacara keagamaan Hindu di Bali. Jurnal Kajian Hindu, 5(2), 123–135.
Suwena, I. K. (2016). Simbolisme dan makna spiritual dalam upacara keagamaan Hindu. Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Hindu, 8(1), 34–48.
Titib, I. M. (2003). Teologi dan simbol-simbol dalam agama Hindu. Denpasar: Paramita.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Roy Wentas (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


