MAKNA FILOSOFIS JENANG SENGKOLO DALAM TRADISI WETONAN MASYARAKAT JAWA
Keywords:
Jenang sengkolo, wetonan, filsafat Jawa, kosmologi, sedulur papat lima pancerAbstract
Jenang sengkolo merupakan salah satu unsur penting dalam tradisi wetonan masyarakat Jawa. Kehadirannya bukan sekadar pelengkap sesajen, melainkan mengandung makna filosofis yang mendalam tentang asal-usul manusia, dualisme kosmis, dan harmonisasi antara manusia dengan Tuhan, alam, serta sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna filosofis empat varian Jenang sengkolo dalam tradisi wetonan, yaitu Jenang putih polos, Jenang merah polos, Jenang merah di atas putih, dan Jenang putih di atas merah. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan dari berbagai sumber kepustakaan meliputi buku, jurnal ilmiah, dan dokumen budaya yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keempat varian Jenang sengkolo merepresentasikan konsep sedulur papat lima pancer dalam kosmologi Jawa, sekaligus mengandung nilai-nilai filosofis tentang dualisme, keseimbangan, asal-usul kehidupan, dan tolak bala. Keempat varian tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan membentuk satu kesatuan makna yang utuh dalam pandangan hidup manusia Jawa.
Kata kunci: Jenang sengkolo, wetonan, filsafat Jawa, kosmologi, sedulur papat lima pancer
Downloads
References
Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, H., & Merliyana, S. J. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394
Anggraeni, C. W., & Suryanto. (2024). Kepatuhan Penggunaan Weton Masyarakat Jawa dalam Penetapan Waktu Menikah. Nathiqiyyah: Jurnal Psikologi Islam, 7(1), 77–89.
Anggraeni, S., & Hakim, A. R. (2024). Kajian Etnomatematika pada Tradisi Perhitungan Weton dalam Konteks Membangun Rumah. Himpunan: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika, 4(2), 271–278.
Baehaqie, I. (2014). Jenang Mancawarna dalam Tradisi Jawa: Kajian Semiotis. Jurnal Kebudayaan Jawa. https://doi.org/10.15294/komunitas.v6i1.2953
Endraswara, S. (2006). Falsafah Hidup Jawa. Cakrawala.
Geertz, C. (1960). The Religion of Java. University of Chicago Press.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. Basic Books.
Geertz, C. (2014). Kebudayaan dan Agama (Terjemahan Francisco Budi Hardiman). Kanisius.
Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Balai Pustaka.
Kusuma, A., & dkk. (2021). Simbolisme Warna dalam Upacara Sedulur Papat Lima Pancer. Kawruh: Journal of Java Culture.
Lailiyah, N. (2024). Weton sebagai Benteng Identitas Budaya di Era Disrupsi. Jurnal Ilmiah Multidisiplin.
Magnis-Suseno, F. (1984). Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Gramedia.
Mahamida. (2019). Konsep Sedulur Papat Lima Pancer dalam Kosmologi Jawa. Jurnal Filsafat Nusantara.
Mulder, N. (2001). Mistisisme Jawa: Ideologi di Indonesia. Kanisius.
Mulder, N. (2005). Mysticism in Java: Ideology in Indonesia. Kanisius.
Ratnasari, D. (2023). A Philosophical Study of the Weton Tradition Calculation in Javanese Marriage. Quru’: Journal of Family Law and Culture, 1(1), 1–18.
Syakhfiani. (2022). Komunikasi Ritual Jenang Sengkolo dalam Masyarakat Jawa. Jurnal Komunikasi Budaya.
Trimulyaningsih, N. (2017). Konsep Kepribadian Matang dalam Budaya Jawa-Islam: Menjawab Tantangan Globalisasi. Buletin Psikologi, 25(2), 89–98.
Woodward, M. R. (1989). Islam in Java: Normative Piety and Mysticism in the Sultanate of Yogyakarta. University of Arizona Press.