PANCASILA DAN KEARIFAN LOKAL SUNDA: MEMBANGUN JEMBATAN BUDAYA MELALUI BAHASA

Authors

  • Rika Nursyafanah Universitass Pendidikan Indonesia Author
  • Dela fitriyanti Author
  • Muhammad Amirul AL Hakimi Author
  • Regina Wulandari Author
  • Bunyamin Maftuh Author
  • Maulia Depriya Kembara Author

Keywords:

Bahasa Sunda, Identitas Bangsa, Jembatan Budaya, Kearifan lokal, Pancasila

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menunjukkan bahwa bahasa sebagai sarana yang efektif dalam membangun dan menjaga kebudayaan lokal, dengan fokus pada peran bahasa Sunda sebagai jembatan budaya dalam mempertahankan identitas bangsa di tengah globalisasi. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk mengungkapkan fenomena secara menyeluruh dan mendalam mengenai makna dan konteks pancasila dan kearifan lokal sunda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan berbagai faktor yang dapat mengancam entitas budaya Sunda.  (1) pergeseran bahasa Sunda ke bahasa Indonesia/asing di kalangan generasi muda, (2) dekulturasi nilai-nilai tradisional seperti silih asah, silih asih, silih asuh , dan (3) hegemoni budaya global yang membawa nilai individualistik. Namun, kearifan lokal Sunda seperti upacara Seren Taun dan filosofi someah hade ka semah ternyata mengandung nilai-nilai yang selaras dengan Pancasila, mulai dari ketuhanan hingga keadilan sosial. Bahasa Sunda, melalui kosakata ( tepa salira ), pepatah ( leuweung ruksak, cai beak, rakyat balangsak ), dan sastra lisan ( pantun , dongeng ), berfungsi sebagai media transmisi nilai-nilai tersebut. Integrasi Pancasila dan kearifan lokal Sunda melalui bahasa tidak hanya dapat memperkuat identitas budaya, tetapi juga menjadi benteng terhadap pertumbuhan moral sekaligus persatuan bangsa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alwasilah, A. C. (2018). Politik bahasa dan pembangunan bangsa. Bandung: Remaja Rosdakarya

asmoroni, A.P. (2017). MENJAGA EKSISTENSI PANCASILA DAN PENERAPANNYA BAGI MASYARAKAT DI ERA GLOBALISASI.

Chambers, R. (1983). Rural Development: Putting the Last First.

Ekadjati, E. S. (2015). Ensiklopedi Sunda: Manusia, alam, dan budaya. Jakarta: Pustaka Jaya.

Ekadjati, E.S. (2019). Nilai-nilai Kearifan Lokal Sunda. Pustaka Jaya.

Firdaus, A., & Setiadi, D. (2015). Pelestarian Bahasa Daerah (Sunda) Dalam Upaya Mengokohkan Kebudayaan Nasional.

Hidayat, D., & Hafiar, H. (2019). Nilai-nilai budaya someah pada perilaku komunikasi masyarakat suku Sunda. Jurnal kajian komunikasi.

Iskandar, J. (2018). "Ecological Wisdom in Sundanese Culture". Journal of Ethnobiology.

Lubis, N. H. (2019). Demokrasi desa dalam masyarakat Sunda: Kajian historis-antropologis. Bandung: UNPAD Press.

Permana, R. (2016). "Kosmologi Sunda dalam Upacara Seren Taun". Patanjala.

Rusyana, Y. (2015). "Etika Komunikasi dalam Budaya Sunda". Linguistik Indonesia.

Setyaningrum, N.D. (2018). BUDAYA LOKAL DI ERA GLOBAL.

UNESCO. (2003). Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage.

Wessing, R. (2014). "The Annual Cycle of Community in West Java". Asian Ethnology.

Downloads

Published

2025-09-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

PANCASILA DAN KEARIFAN LOKAL SUNDA: MEMBANGUN JEMBATAN BUDAYA MELALUI BAHASA. (2025). Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama Dan Budaya, 9(2), 111-121. https://journal.mpukuturan.ac.id/index.php/widyacarya/article/view/820

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.