POTENSI SUMBER DAYA ARKEOLOGI DI DANAU TAMBLINGAN DAN SEKITARNYA SEBAGAI CAGAR BUDAYA
Keywords:
Archaeological resources, Tamblingan Lake Area, Cultural HeritageAbstract
One of the protection programs carried out by the government is the recording and designation of Intangible Cultural Heritage and Cultural Conservation. Registration and Determination of Cultural Heritage is based on the authority stated in Republic of Indonesia Law no. 11 of 2010 was carried out by the regional government in charge of culture. The Tamblingan Lake area has potential archaeological resources as a cultural heritage. This research uses qualitative research using primary and secondary data through field observations and literature studies, and analyzed using archaeological research methods and presented descriptively. The research results show that the Lake Tamblingan area has various archaeological remains from prehistoric to colonial times. Based on the results of the analysis, it shows that archaeological remains in the Tamblingan area contain important values attached to objects as cultural heritage, namely historical value, scientific value, educational value, religious value and cultural value.
References
Bagus, A.A. Gde. 2013. “Perkembangan Peradaban di Kawasan Situs Tamblingan”. Forum Arkeologi. Vol 26(1) hal 1-16.
Hartati, U. (2020). Cagar budaya sebagai sumber belajar sejarah lokal. Diakronika, 20(2), 143.
Insoll, T. (2004). Archaeology, ritual, religion.. https://doi.org/10.4324/9780203491102
Keling, Gendro. 2021. “Arkeologi Lanskap: Identifikasi Kawasan Tamblingan Sebagai Permukiman”. Sangkhakala. Vol 24(1) hal 31-42.
Kurniati, R. (2023). Arahan pelestarian kampung melayu sebagai kawasan cagar budaya (berdasarkan identifikasi bangunan bersejarah dan aktivitas budaya). Ruang, 9(1), 12-23.
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Metrahultikultura, M. (2023). Pendidikan humanistik melalui nilai-nilai budaya dalam benda peninggalan praaksara (purbakala) dalam pembelajaran sejarah. Fajar Historia Jurnal Ilmu Sejarah Dan Pendidikan, 7(1), 34-49
Qomarrullah, R. (2024). Peran masyarakat adat dalam pengembangan pendidikan berbasis lingkungan sosial. Indonesian Journal of Intellectual Publication, 4(2), 1-11
Ramadhan, M. F., Prasetijo, A., Fathan, H., Afriyanto, D. S., & Anuraga, J. L. Y. (2024). Tantangan pengelolaan cagar budaya pasca peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 2 tahun 2022 tentang cipta kerja. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Perencanaan Partisipatif, 19(1), 314.
Radziwiłko, K., Kutyło, Ł., & Kołodziejczyk, P. (2020). Archaeological research as a benefit for the local community. Studies in Ancient Art and Civilization, 24, 205-225.
Sastrawan, K. B. and Giri, I. M. A. (2022). Pelestarian lingkungan menurut ajaran agama hindu di pura ulun danu tamblingan. VIDYA SAMHITA: Jurnal Penelitian Agama, 8(1), 21-29. https://doi.org/10.25078/vs.v8i1.848
Suantika, I Wayan dkk. 2009. Prasasti Tamblingan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng.
Sulhan, M. (2018). Pendidikan karakter berbasis budaya dalam menghadapi tantangan globalisasi. Visipena Journal, 9(1), 159-172.
Sutaba, I. M. (2020). MAKNA SIMBOLIK ARCA NENEK MOYANG DALAM MASYARAKAT BALI THE SYMBOLIC MEANING OF THE ANCESTOR STATUES IN BALINESE SOCIETY.
Suyitno, İ. (2013). Pengembangan pendidikan karakter dan budaya bangsa berwawasan kearifan lokal. Jurnal Pendidikan Karakter, 3(1).
Tanudirjo, Daud Aris. 2011. “Warisan Budaya Majapahit dalam Perspektif Manajemen Sumber Daya Arkeologi”, dalam Laporan Penelitian Arkeologi Terpadu Indonesia I. Jakarta: Universitas Indonesia, halaman: 238-255.
Winarni, F. (2018). Aspek hukum peran serta masyarakat dalam pelestarian cagar budaya. Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 30(1), 94.
Wisnuyana, B., Kutanegara, P. M., Hudayana, B., & Ghofur, M. A. (2023). Bagaraksa alas mertajati: ironi organisasi pelestarian danau dan hutan adat dalem tamblingan. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 6(2), 39-55.