Menghayati Asta Aiswarya Sebagai Kemahakuasaan Sang Hyang Widhi
Keywords:
Tuhan, Asta AiswaryaAbstract
Aiswarya merupakan bentuk dan sifat kemahakuasaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, baik sekala maupun niskala yang terdiri dari delapan macam kekuatan, sehingga aiswarya ini dikatakan pula dengan asta aiswarya. Secara etimologi asta aiswarya berasal dari kata “asta” yang artinya delapan dan “aiswarya” yang artinya kemahakuasaan. Jadi asta aiswarya merupakan delapan sifat kemahakuasaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Dalam kitab Wrhaspatittatwa sloka 66 terdapat keterangan tentang sifat-sifat kemahakuasaan Tuhan, diantaranya ada Anima, yang berarti Tuhan maha kecil, Laghima yang berarti maha besar, Prapti yang berarti menjangkau semua tempat, Isitwa yang berarti melebihi segalanya, Prakamya yang berarti berkehendak mutlak, Wasitwa yang berarti berkuasa, dan Yatrakamawasaitwa yang berarti kodrati atau tak dapat diubah. Selain dalam Wrhaspatittatwa ajaran Asta Aiswarya juga terdapat dalam Bhagavadgita X.20, Rg. Weda X.90.1, Lontar Bhuana Kosa II.17, serta Atharva Weda IV.16.2. Artikel ini akan membahas mengenai upaya menghayati kemahakuasaan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan) sebagai asta aiswarya