Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Profitabilitas, Dan Rasio Aktivitas Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Subsektor Tekstil Dan Garmen Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2020-2024
Keywords:
rasio likuiditas, ratio profitabilitas, rasio aktivitas, kinerja keuanganAbstract
Kinerja keuangan merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan perusahaan dalam mengelola sumber daya secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio likuiditas, rasio profitabilitas, dan rasio aktivitas terhadap kinerja keuangan perusahaan subsektor tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan subsektor tekstil dan garmen yang terdaftar di BEI, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 16 perusahaan dengan total 80 observasi. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji koefisien determinasi (R²), uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio likuiditas (Current Ratio) dan rasio profitabilitas (Net Profit Margin) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan (Return on Assets), sedangkan rasio aktivitas (Total Asset Turnover) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,313 menunjukkan bahwa 31,3% variasi kinerja keuangan dapat dijelaskan oleh rasio likuiditas, rasio profitabilitas, dan rasio aktivitas, sedangkan 68,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam meningkatkan kinerja keuangan melalui pengelolaan rasio keuangan secara optimal.