Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Implementasi Nilai-Nilai Catur Guru Studi Kasus Pada Pasraman Non-Formal Kertajaya, Tangerang
Keywords:
Pendidikan Karakter, Penerapan Catur Guru, Pasraman Non Formal KertajayaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam serta mengoptimalkan penerapan nilai-nilai ajaran Catur Guru sebagai landasan strategis dalam penguatan pendidikan karakter peserta didik di Pasraman Non-Formal Kertajaya, Tangerang. Catur Guru, sebagai inti ajaran Hindu yang mencakup penghormatan kepada Guru Swadyaya (Tuhan), Guru Wisesa (pemerintah), Guru Rupaka (orang tua), dan Guru Pengajian (guru pendidikan), dipilih untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang mencakup observasi partisipatif, wawancara dengan pihak terkait , dan analisis dokumen mengenai implementasi ajaran Catur Guru di pasraman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ajaran Catur Guru di Pasraman Non Formal Kertajaya mampu memperkuat nilai-nilai karakter seperti rasa hormat, tanggung jawab, kedisiplinan, dan solidaritas sosial di kalangan siswa. Namun, tantangan yang dihadapi mulai pudarnya karakter siswa terlihat dari menurunnya rasa hormat, tanggung jawab, dan kedisiplinan dalam keseharian. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini merekomendasikan program edukasi tambahan bagi siswa dan pelatihan untuk pengajar agar ajaran Catur Guru dapat diintegrasikan lebih efektif dalam pembelajaran.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi institusi pendidikan nonformal lainnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai ajaran Hindu untuk membangun karakter generasi muda yang bermoral dan berintegritas.