PEMUJAAN RATU GEDE SIWA DI PURA NEGARA GAMBUR ANGLAYANG DESA KUBUTAMBAHAN KECAMATAN KUBUTAMBAHAN KABUPATEN BULELENG
Kajian Teologi Hindu
Keywords:
Ratu Gede Siwa, Hindu TheologyAbstract
This study aims to analyze the structure, factors, functions, and meanings of the worship of Ratu Gede Siwa at Pura Negara Gambur Anglayang, Kubutambahan Village. This research uses a qualitative approach through observation, interviews, and literature study. The results of the study show that the Palinggih Ratu Gede Siwa reflects a Hindu-Buddhist fusion. The factors behind the worship include historical aspects related to vows and the influence of past Hindu-Buddhist traditions, theological aspects that interpret Siwa as the highest reality, social aspects that arise from the collective experiences of the community, and cultural aspects that are passed down through generations via piodalan. The functions of the worship include a religious function in enhancing sradha and bhakti, a social function in strengthening solidarity and tolerance among the community during piodalan, and a cultural function in preserving traditions influenced by Tantrayana. The meaning of worship encompasses Hindu theology about God as the source of all, being immanent and transcendent, and present everywhere, the social meaning which affirms interaction and togetherness within the community, as well as the cultural meaning which shows the division of roles and the involvement of the younger generation in preserving traditions. The worship of Ratu Gede Siwa is not only a religious practice but also a symbolic system that shapes the identity and cultural sustainability of the Kubutambahan Village community.
References
Arini, I. A. D, dan Paramita, I. B. G. 2021. Seni arsitektur Bali dalam bangunan-bangunan Bali (kajian filosofis). Maha Widya Duta : Jurnal Penerangan Agama, Pariwisata Budaya, dan Ilmu Komunikasi, 5(1), 1–10.
Anggreni, K. M. D., Gunawijaya, I. W. T., & Putra, I. W. S. (2025). EKSISTENSI PURA BANTES DI DESA BENGKALA KECAMATAN KUBUTAMBAHAN KABUPATEN BULELENG. SWARA WIDYA: Jurnal Agama Hindu, 5(2), 1-17.
Artadi, I. K. 2019. Teologi Hindu dalam Teks Weda dan Implementasinya. Denpasar: Udayana University Press.
Darmayasa. 2019. Bhagavad Gīta (Nyanyian Tuhan). Yayasan Dharma Sthapanam.
Dewanto, S.S. 2005. Ṛgveda Saṁhitā Śākala Śākhā Maṇḍala VIII, IX, X. Surabaya : Paramita
Gara, I. W. 2023. Pura Yeh Lesung di Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Prabha Vidya, 10(2), 45–60
Gunawan, I. 2020. Benang Merah Filsafat India dengan Teologi Hindu Nusantara pada Ajaran Mimamsa dan Yoga Darsana dalam Teks Siwa Dharma, 10, 154.
Jaya, I. K. M. A., dan Kusuma, I. M. W. 2022. Keberadaan simbol dalam pemujaan umat Hindu di Bali: Perspektif teologi Hindu. Sphatika: Jurnal Teologi., 11(2), 180-192.
Judijanto, L, dkk. 2024. Pengantar ilmu sejarah (Teori, konsep, dan metodologi dalam kajian sejarah). Sonpedia.com
Putra, I. W. S. (2020). Kajian Teologi Hindu dalam Teks Siwa Tattwa. Vidya Darsan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu, 1(2).
Putra, W. S., & Made, Y. A. D. N. (2024). Nilai Multikultural Pada Masyarakat Sosio-Religius Pasca Konversi Agama Di Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng-Bali. Widya Sandhi, 15(1), 19-30.
Pratistha, N. Y., Windya, I. M., & Putra, I. W. S. (2025). DHARMAWACANA DIGITAL MEDIA PENYEBARAN AJARAN AGAMA HINDU DI KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG: Kajian Teologi Hindu. Jnanasiddhanta: Jurnal Teologi Hindu, 7(1), 78-87.
Moleong, L. J. 2019. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya
Mubarok, M. S, dkk. 2026. Integrasi Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren dalam Penguatan Keterampilan Sosial: Studi Kasus MA Darun Najah. Jurnal Pendidikan IPS, 5 (1), 93-102
Mustika, N. W. M, dan Wijaya, I. K. M. 2023. Pendampingan perencanaan fasilitas penunjang di Pura Dalem Desa Adat Sebunibus, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 12(2), 1–10.
Renawati, P. W. 2020. MULTI ETNIS DALAM PEMUJAAN DEWA-DEWI DI PURA NEGARA GAMBUR ANGLAYANG, BULELENG: MULTI ETNIS DALAM PEMUJAAN DEWA-DEWI DI PURA NEGARA GAMBUR ANGLAYANG, BULELENG. In Prosiding SNP2M (Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UNIM., (No. 2, pp. 101-122).
Riyanto, E. D, dan Bhattacarya, W. 2022. Tri Mandala: Kearifan lokal Bali dalam pembagian zonasi dan ruang pada bangunan pura di Kabupaten Sidoarjo. Sphatika: Jurnal Teologi, 13(2), 1–12.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Susi, S. 2018. Konsep Nir-Saguna Brahma dalam perwujudan simbol di Bali. Widya Katambung., 9(1). 1-10
Tim Penyusun. 1999. SIWATATTWA. : Pemerintah Daerah Tingkat I Bali
Titib, I. M. 2003. Teologi dan simbol-simbol dalam agama Hindu. Surabaya: Paramita.
Wahyudi, A. 2018. Konsep sakral dan profan dalam perspektif Émile Durkheim. Jurnal Sosiologi Reflektif, 13(1), 1-15.
Wiana, I. K. 2004. Makna Upacara Yajña dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita
Widiarya, I. G. 2013. Pura Negara Gambur Anglayang di Desa Pakraman Kubutambahan, Buleleng, Bali: Sejarah, struktur, dan potensinya sebagai media pendidikan multikultural bagi masyarakat sekitarnya. Jurnal Pendidikan Sejarah., 1(1), 1-12.
Widnya, I. K. 2008. Pemujaan siva-buddha dalam masyarakat hindu di bali. Mudra Jurnal Seni Budaya, 22(1).