Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa dalam Perspektif Masyarakat Adat Bali
Studi pada Pemerintah Desa Nagasepaha Kabupaten Buleleng
Keywords:
Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa, Akuntansi Sektor Publik, Masyarakat AdatAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis akuntabilitas pengelolaan keuangan Desa Nagasepaha melalui perspektif akuntansi sektor publik dengan menekankan peran masyarakat adat, nilai-nilai budaya lokal, serta sinergi antara pemerintah desa dan desa adat dalam mewujudkan good village governance. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui kajian literatur, analisis regulasi, dan sintesis teori akuntansi sektor publik, social accountability, collaborative governance, serta kelembagaan adat Bali. Hasil kajian menunjukkan bahwa akuntabilitas pengelolaan keuangan desa tidak hanya diwujudkan melalui kepatuhan terhadap regulasi, transparansi, dan pertanggungjawaban administratif, tetapi juga diperkuat oleh mekanisme pengawasan sosial yang dijalankan masyarakat adat. Nilai Tri Hita Karana, awig-awig, dan pararem membentuk fondasi cultural accountability yang mengintegrasikan tanggung jawab administratif dengan tanggung jawab moral, sosial, dan religius. Di sisi lain, sinergi antara pemerintah desa dan desa adat menciptakan tata kelola yang kolaboratif melalui partisipasi masyarakat, penguatan modal sosial, transparansi informasi, serta penyelesaian konflik berbasis musyawarah. Integrasi antara sistem pemerintahan formal dan kelembagaan adat menghasilkan model tata kelola desa yang adaptif, partisipatif, akuntabel, dan berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan nilai budaya lokal merupakan faktor strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan desa sekaligus memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.
