Fungsi Sosial Gaguritan Mituturin Angga dalam Pembentukan Karakter Masyarakat Hindu di Bali
Keywords:
Gaguritan Mituturin Angga, fungsi sosial, Sosiologi Hindu, Tri Hita KaranaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi sosial Gaguritan Mituturin Angga dalam pembentukan karakter masyarakat Hindu Bali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang didukung analisis hermeneutik terhadap teks gaguritan. Data primer berupa naskah Gaguritan Mituturin Angga, sedangkan data sekunder diperoleh dari pustaka, jurnal ilmiah, dan dokumen yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan simpulan. Landasan teori yang digunakan adalah Teori Struktural Fungsional Talcott Parsons yang dipadukan dengan perspektif Sosiologi Hindu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaguritan Mituturin Angga memiliki fungsi sosial sebagai media internalisasi nilai-nilai Hindu yang membentuk karakter individu dan kehidupan sosial masyarakat. Fungsi tersebut diwujudkan melalui penguatan nilai pengendalian diri, tanggung jawab moral, kedisiplinan, gotong royong, penghormatan terhadap sesama, serta keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan berdasarkan konsep Tri Hita Karana. Selain berfungsi sebagai karya sastra tradisional, gaguritan ini juga menjadi mekanisme sosialisasi, kontrol sosial, dan pelestarian kearifan lokal yang tetap relevan dalam menghadapi perubahan sosial pada masyarakat Hindu Bali. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra tradisional memiliki peran strategis dalam menjaga integrasi sosial, memperkuat identitas budaya, serta membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Hindu.
